recent posts

HARAMNYA RIBA

Bismillah, Suatu hari ketika Saya berbincang dengan teman sejawat di sebuah kedai kopi dalam suasana sore hari yang menyejukkan. Membicarakan sebuah bisnis untuk membangun properti di kota ini yang sudah hampir 5 tahun Saya geluti. Di sela-sela pembicaraan Saya mengatakan kepadanya bahwa Saya sudah ingin pensiun di dunia properti dan ingin memasuki dunia kerja dan bisnis baru yang lebih Syariah dan halal. Tersentak Ia langsung berkata, rupanya properti ini adalah bisnis yang haram? Saya rasa sah-sah aja, gak ada yang haram.

Lalu Saya berkata bahwa memang bisnis properti ini sangat halal dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Tetapi ada satu hal yang terus mengganjal di dalam hati Saya selama 5 tahun ini. Saya merasa propesi Saya ini menjadi subhat dengan adanya Kredit Kepemilikan Rumah yang didominasi oleh bank-bank ribawi. Jadi Saya sangat takut menjalaninya karena Saya sudah banyak membawakan nasabah untuk berhutang membeli rumah kepada bank-bank tersebut.

Lalu dengan lantang Ia berkata, siapa yang bilang riba itu haram. Riba itukan sama dengan jual beli. Kalau jual beli yang diperjualbelikan adalah barang dan jasa. Sedangkan riba yang diperjualbelikan adalah uang. Kalau bank tidak terapkan bunga kepada nasabahnya darimana bank tersebut dapat untung dan menutupi cost perusahaannya.
Di dalam hati saya terus berucap a’uzubillahi min zalik dan terus mendoakan Ia semoga Ia cepat disadarkan Allah dan bertaubat. Hingga akhirnya kami berpisah, Saya terus memanginya dengan penuh rasa kasihan. Wahai teman, maafkan aku tidak berani menasehatimu, karena aku belum siap menerima perdebatan yang akan timbul nantinya.
Karena apa, Allah sudah sangat jelas mengatakan dalam surah Albaqarah ayat 275 yang artinya:
Orang-orang yang makan harta riba itu tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan, disebabkan (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka mengatakan: Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba; padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Oleh karena itu siapa yang telah kesampaian peringatan dari Tuhannya ini lalu dia berhenti, maka baginya apa yang telah lalu, sedang urusan dia kembali kepada Allah, dan barang siapa yang kembali (lagi) maka merela itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Subhanallah, Allahu Akbar, A’uzubillahi min zalik. Teman kuingin engkau membaca surah ini, kulihat kau sering melaksanakan shalat, selalu jujur dan berkata yang baik, namun mengapa kau masih mengatakan jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah halalkan jual beli bagi kita untuk kelangsungan hidup manusia namun mengapa masih banyak memilih cara singkat untuk meraup dunia dengan ketamakan dan kezaliman yang merusak tatanan ekonomi dan kehidupan sosial.
Rasulullah bersabda; Riba itu datang dari 99 pintu, dan pintu riba yang paling kecil dosanya ialah sama seperti menzinahi ibu kandungnya sendiri.

Wahai kaum muslimin, jauhi riba, jauhi riba, jauhi riba.
Rasulullah juga bersabda; Orang-orang yang memakan harta riba itu, padahal Ia tau, 1 dirham Ia memakan harta riba, dosanya sama seperti 36 perzinahan.

Wahai kaum muslimin.
Ini rasul yang mengatakan, Allah juga yang memfirmankan. Jika kita masih melakukan praktek riba itu sama saja kita ingin melawan Allah dan Rasulnya atau sekecil-kecilnya kita mengatakan Allah dan rasulnya berdusta.
Wahai kaum muslimin, buka kembali tafsir alquran yang sudah lama kita simpan dilemari hias rumah kita. Baca Ia dan jadikan Ia penghias hati kita. Buka tafsirmu surah albaqorah ayat 259 yang artinya: Kemudian jika kamu tidak mau mengerjakan (meninggalkan riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok-pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan juga tidak dianiaya.

Begitulah, Sangat kerasnya Allah mengatakan dalam kitabNya ini, Allah telah mengumumkan perang terhadap siapa saja yang melakukan praktek riba. Perang, atau dalam bahasa alqurannya disebutkan harbun dengan bentuk nakirah untuk menunjukkan besarnya persoalan ini, lebih-lebih dengan dinisbatkannya  kepada Allah dan Rasul. Seolah-olah Allah dan Rasul mengatakan, kita akan bertemu dalam peperangan yang dahsyat dari Allah dan Rasul yang tidak akan mungkin bisa dikalahkan.

Pantaslah, ketika terjadi peristiwa isra’ dan mikraj Rasulullah diperlihatkan suatu tamsilan yaitu terlihat seseorang yang perutnya sangat besar, besar sebesar rumah, ia berjalan sempoyongan kesana kemari seperti orang gila yang kerasukan syetan. Lalu orang tersebut dibaringkan ditengah jalan, yang mana jalan tersebut akan dilalui oleh firaun dan kaumnya. Lalu ketika firaun dan kaumnya tersebut melintas dengan terbondong-bondong, mereka melindasi orang siperut besar tadi. Padahal sama kita ketahui bahwa firaun dan umatnya adalah yang paling berat siksaanya di neraka. Lalu Rasul bertanya kepada Jibril, wahai Jibril siapakah yang perut besar itu. Lalu Jibril berkata: itulah orang-orang yang memakan harta riba.
A’zubillahi min zalik.

Kesimpulan:
Wahai saudara ku seiman dan seakidah.
Mari kita hijrahkan diri kita dari segala bentuk praktek riba. Jika Anda mempunyai tabungan, tidak ada pilihan lain selain menabung di bank-bank syariah. Jika Anda ingin berasuransi, juga tidak ada pilihan lain, berasuransilah di asuransi syariah. Juga jika Anda ingin kredit pemilikan rumah ajukanlah di bank-bank syariah. Semoga membawa berkah. Amiin.
Wallahu a’lam bisshawaf.
HARAMNYA RIBA HARAMNYA RIBA Reviewed by Marzuki Halim on 17.16 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.